Follow me by email! ;)

Thursday, March 22, 2012

You have to see!

Here, i share you a link of an emotional advertisement. About a deaf girl who wants to play violin... See how she shines in her lack... so inspiring! This advertisement teases your emotion. Damn!


I know a lot that Thailand is one of the best country in making advertisements. When i search "Thailand advertisement" in youtube, pantene (oh, i wish i shouldn't have to mention its name, blah), came first. And when i clicked it, i gave a standing applause.. hahahha (is that too much?).


Check it out!

Click it -- Test your emotion!

Sunday, March 18, 2012

My closhe, my shoe store.


Percaya dengan mimpi? Harapan? Impian? Dan cita-cita? Kalau tidak, kamu harus baca tulisan saya ini. Karena apa yang kita inginkan dengan tulus, benar-benar dapat dan akan terwujud. Saya mengalaminya.

Waktu kecil saya bercita-cita jadi arsitek. Bagaimana tidak, setiap hari di rumah, saya selalu melihat Ayah asyik menggambar di meja miringnya. Kalau sudah jadi, saya asyik sendiri melihat dan membayangkan denah rumah yang ia buat. Keren!

Tapi saya gagal masuk IPA. Sedih memang, tapi hidup tetap berjalan kan? Entah bagaimana ceritanya, setelah itu saya tidak pernah benar-benar ingin menjadi sesuatu. Saat kuliah, saya selalu dibuat bingung dengan tugas presentasi "cita-cita". Tugasnya memang terlihat sangat mudah. Tapi berubah jadi super susah kalau kita tidak tau mau jadi apa. Terlebih harus di presentasikan dalam bahasa Belanda. Nom nom! :D

Satu-satunya profesi yang menarik saat itu, menjadi anchor. Ya, pembaca berita. Saat ini pun saya bekerja di salah satu tv berita, Metro TV. Tapi sebagai produser, belum Anchor. Ingat ya, belum. :) 



Meski belum jadi anchor, lumayan lah, bisa wawancara Luis Figo.. Lumayan? It's an honor actually!!  

Tapi tanpa saya sadari, sejak saya SMA dulu, saya selalu ingin punya butik sepatu. Bukan keinginan yang ambisius. Keinginan ini bahkan sering kali terlupa. Tapi tiap beli sepatu, saya selalu berkata dalam hati, "someday i'll make mine". Tidak menggebu, tidak ditarget, tidak tidak tidak pokoknya. Mindset saya saat itu, bahkan hingga mimpi ini terwujud, "bekerja adalah karyawan dan kantoran". Hahahaha, standard!

Standard, sampai saya mengganti status BBM saya dengan satu kata, "Bismillahirrahmanirrahiimm..." dan sahabat saya sejak kecil merespon, "Mau lamaran lo ti?". Hahahaha...

Ninet panggilannya. Saat itu ternyata dia baru memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai desain grafis. Tujuannya sih mau wirausaha. Tanpa tedeng aling-aling, saya pun ajak dia untuk wirausaha butik baju dan sepatu. Voila, sore harinya saya langsung ke rumah dia untuk membicarakan ini. Padahal, saya tidak punya apa-apa sehubungan dengan keinginan saya membuka butik sepatu. Baru sebatas ingin!

Where there is a will, there is a way.

Ninet punya teman yang juga wirausaha sepatu. Puri namanya. Ternyata mba Puri menawarkan Ninet untuk mengelola bisnis sepatunya, karena sudah tidak teratasi lagi. Mba puri punya kesibukan lagi di bidan Event Organizer.

Setelah bertemu muka dengan Mba Puri dan Ninet, ternyata dia bukan minta kita mengelola. Tapi mengambil seluruh alat pembuatan sepatu yang Mba Puri punya. Sewa lebih tepatnya. Saya tercengang saat itu. Senyum tidak bisa disembunyikan lagi. Saya benar-benar mau teriak saat Mba Puri bilang, "kamu silakan bikin brand baru dengan alat saya". God, if you were there at that time, i will hug you, for sure!!

Harga sewa yang diberikan tidak mahal. Sangat murah malah. Itu sekedar formalitas agar alat miliknya dijaga dengan baik. Oh ya, Mba Puri tidak sepenuhnya memberikan alat ini. Suatu hari nanti, dia akan kembali ke bisnis sepatunya. Dan tentu saja, saat hari itu tiba, keuntungan bisnis sepatuku sudah cukup untuk membeli alat baru.

Masih ada lagi, mba Puri minta tolong jualin sepatunya yang masih tersisa banyak di rumah. Dia cuma minta harga modal. Itu pun sangat murah. Kemudahan lagi untuk saya meluncurkan online shop, sambil menunggu produk asli saya keluar.

Setelah perteman itu, saya dan Ninet langsung merencanakan semuanya. Ninet yang ahli di bidang desain, urus logo, foto dan editing sepatu, dan desain blog. Sementara saya memilih untuk fokus di bagian promosi dan marketing. Ini juga bagian yang saya suka. Jadi klop! Saya urus semua pembuatan media sosial, strategi pemasaran, dan mengumpulkan semua link yang ada.

Rencananya online shop ini akan diluncurkan 1 April 2012 mendatang. Tapi Tuhan berkehendak lain, belum apa-apa, hari ini saya dak Ninet dikejutkan mba Puri, kalau ada pesanan sepatu dalam jumlah besar. Terima kasih Tuhan!

Nantinya, pasangan kami akan ambil bagian. Suami Ninet, Ancha, akan urus semua yang berhubungan dengan fotografi. Itu memang kerja sampingannya. Sementara pacar saya, Andrie, yang bekerja sebagai akuntan, akan rencanakan semua program keuangan. Ah, lengkap rasanya. :)



Aku dan sepatu "closhe" ku... :)

Memang belum sepenuhnya terwujus sih. Saya juga yakin, dalam perjalanannya akan ada kerikil. Tapi petunjuk awal ini, meyakinkan saya, kalau memang ini jalan dari yang di Atas. Jadi buat kamu yang dalam perjalanan meraih mimpi, satu kata, "yakinlah!"




Ini beberapa contoh sepatunya.. :D

Ini namanya "Top Toe Blue Leopard". Panjang ya? Bodo! hahaha...


Kalo yang ini, Reddish Plaid.. Bagus kan?

Setelah Ninet sibuk foto clear product (tanpa model), akhirnya sampailah kita pada sesi berikutnya... pakai model yang difoto kakinya aja.. :p. Dan ini lah setting tempat alakadarnya versi Kinan dan Ninet.


Hasil lukisan Ninet di tembok yang jadi background


Ini yang namanya Ninet Kania, sahabatku sejak SD


Dan ini salah satu hasilnya... Meuni amatir pisan yeuh...

Peluk hangat,
Kinanti.

The Inspiring Story of Anda

Tulisan saya kali ini, akan menjadi tulisan kesekian yang saya tulis sepanjang hidup, tapi tulisan pertama yang di post di blog. It means, this story is absolutely precious. Ya, saya bukan orang yang pede untuk dengan mudahnya menulis di blog. Nggak pede atau perfeksionis ya? Hehehe...

Pertama-tama, saya harus bilang, kalau tulisan ini saya tujukan untuk semua, tapi didedikasikan untuk salah satu teman baik saya, Anda. Dia punya cerita yang begitu inspiratif. Sejauh ini, semua ceritanya selalu mempermainkan emosi saya. Entah senyum, tawa, atau bahkan air mata.

Anda, saat saya menulis ini, sedang berada di Inggris. Derbyshire tepatnya (semoga bener ya, nda). Katanya sih sekitar 3 jam dari pusat kota London. Bandungnya Jakarta lah. Dia disana untuk merawat tunangannya, Mat, yang koma. Ah, panjang ceritanya. Tapi pasti saya ceritakan.

Setelah sekian lama, Permohonan visa Anda baru disetujui kedutaan Australia beberapa minggu lalu. "Another dream came true". That's what she said. Sebenarnya apa yang dikabulkan tidak sesempurna harapan kami berdua. Sebelumnya, saya dan Anda berharap dapat bertemu di Inggris, karena saya lolos 10 besar VOA fellowship program ke Amerika. Sayang, saya gagal. :'(

Begitu Anda berangkat, saya benar-benar menunggu kabar dan cerita dia. Bukan, bukan khawatir. Itu sih nggak perlu :p. Anda itu ekspresif, norak kadang-kadang. Hahahaha... Jadi saya benar-benar menanti kehebohan dia cerita tentang negeri dongeng versinya. Benar saja, meskipun bukan lewat video, dan baru voice call sekali, lewat posting-an blognya, saya sudah ngakak sekaligus sedih. Kurang ajar!

Disana Anda sangat disayang oleh mertua dan keluarganya. Setiap hari, aktifitas Anda nggak jauh-jauh dari rumah-rumah sakit. Visa 3 bulan yang didapatkannya dengan susah payah, tidak boleh disia-siakan. Mat harus sembuh sebelum Anda kembali ke Jakarta. HARUS!

Mat mengalami kecelakaan motor sekitar 6 bulan lalu. Wajahnya hancur, tapi masih selamat. Berbagai tindakan telah di usahakan oleh para dokter ahli di Bali -Ya, Mat tinggal dan kerja di Bali-. Tapi keadaan Mat terus memburuk, bahkan koma. Dari Bali, Mat dipindah ke Singapura. Lebih baik, tapi Mat masih koma. Kesadarannya datang tak tentu. Karena benturan dari kecelakaan telah menghantam sistem kerja otaknya.

Ujian tidak hanya sampai disitu. Biaya yang harus mereka keluarkan bukan main besarnya. Jutaan perharinya. Karena Mat tidak memiliki asuransi. Keluarga Mat dan Anda berjuang habis-habisan untuk biaya rumah sakit, sambil mengumpulkan dana untuk memindahkan Mat ke Inggris. Mat harus dipindah ke Inggris untuk perawatan lebih intensif, dan bebas biaya. Tapi dana untuk air ambulance juga luar biasa mahalnya. Mat pun harus dipastikan dalam kondisi stabil dan tidak terinfeksi.

Pernah nonton sinetron Indonesia yang sangat dramatik itu kan? Nah, seperti itulah kurang lebih adegan riil perpisahan Anda dan Mat. Saya tidak di sana. Tapi membayangkannya saja sudah cukup menitikkan air mata kok. Mat enggan melepaskan tangan Anda. Bahkan dokter harus membujuk Mat. Sebelum pergi, Anda cerita, dokter bilang, "I'll take a good care of him", everybody can see how deep their love is. Saya yakin Anda 'banjir' kalau baca post ini.

Setibanya Mat di Inggris, hingga akhirnya Anda kembali mendampingi Mat, perubahannya belum signifikan. Dokter bilang tidak akan ada yang benar-benar mengerti ketika itu berhubungan dengan otak. Maha besar Allah.

There must be a smile between the tears.

Ya, Anda terlihat sangat bahagia berada diantara keluarga baru yang sangat menyayanginya. Semua penasaran, "Siapa Anda, seperti apa dia?". Temanku yang satu ini memang selalu 'happening'. Sangat supel dan, murah. Hahahaha...  Tapi yang paling bikin penasaran, karena Mat akan selalu bereaksi jika disisi Anda. She's Mat's spirit! I know it for sure.

Setelah sejumlah cerita yang membuat saya sedih karena Mat masih belum benar-benar sadar, Anda bikin saya ngakak dengan foto ini.



Ini foto Broody, ponakannya Anda, segera tepatnya. Hehehehe... Di foto itu, Broody, Anda, dan Maddy, kakak Broody, lagi main di lapangan luas tempat ternak domba. Dan dengan polosnya, Broody teriak, "Anda, liat... EEK!" hahahaha... Can't you show me how it sounds, Anda?! I laugh to dead here!

Ironic memang. Sedih dan tawa berjalan beriringan. Tapi memang begini seharusnya menjalani hidup. Apa jadinya kalau terus-terusan bersedih, atau sebaliknya, terus terbuai? Tidak akan pernah ada rasa syukur di antaranya. Dearly Anda, you should be grateful for what has happenned to you. It's a bless, still. However it is. Yakin nda, Tuhan tidak tidur, dan dia mencatat semua pengorbananmu selama ini. Mat pasti sadar, sehat, dan macho! :D

Note: aku juga mau ponakan indo tauuu!

Kecup sayang,
Kinanti.



These are my pics with Anda... :* :* 


Ketemu di Dreamland - Bali tanpa rencana :) 
Yes, that's Mat!

And look how in love they are... awhh....




Yup, this is Mat's room... :)